Banyak pelaku usaha masih mengirim katalog dalam bentuk gambar lewat pesan. Cara ini bekerja sampai harga berubah — dan sejak saat itu, katalog lama yang sudah tersebar di puluhan ponsel terus menimbulkan salah paham yang harus Anda jelaskan satu per satu.
Masalah katalog berbentuk gambar
- Tidak bisa diperbarui setelah terkirim. Setiap perubahan harga menuntut pengiriman ulang ke semua orang.
- Teksnya tidak bisa dicari atau disalin pembeli. Pembeli yang ingin menyebutkan nama produk harus mengetik manual.
- Ukuran berkasnya besar dan lambat dimuat pada koneksi lambat.
- Tidak memberi data apa pun tentang produk mana yang paling dilihat.
- Sulit dibaca di layar kecil kalau dibuat dari desain berukuran cetak.
Katalog berbasis tautan
Satu halaman berisi daftar produk, masing-masing dengan foto, harga, dan tombol pemesanan. Alamatnya tetap sama selamanya, sementara isinya Anda perbarui kapan saja.
Pembeli yang menyimpan tautan bulan lalu tetap melihat harga terbaru hari ini. Tidak ada lagi percakapan yang dimulai dengan "harganya masih segini kan?".
Menyusun isinya
Urutkan produk berdasarkan yang paling laku, bukan berdasarkan abjad atau urutan penambahan.
Sebagian besar pembeli tidak menggulir sampai bawah, jadi apa yang di atas menentukan sebagian besar penjualan. Menempatkan produk andalan di posisi kelima berarti menyembunyikan kekuatan Anda.
Foto yang bekerja
Sertakan foto yang diambil dengan pencahayaan wajar. Foto seadanya yang jujur bekerja lebih baik daripada foto stok yang tidak menggambarkan barang Anda.
Pembeli Indonesia cukup terbiasa dengan selisih antara foto promosi dan barang nyata. Foto yang terlalu sempurna justru menaikkan kewaspadaan.
Menjaga kepercayaan
Tandai produk yang sedang kosong alih-alih menghapusnya dari katalog.
Pembeli yang mencari produk tertentu dan tidak menemukannya akan mengira Anda tidak menjualnya sama sekali — dan mencari di tempat lain. Sementara pembeli yang melihat keterangan "sedang kosong, restok minggu depan" akan menunggu.
Memakai datanya
Karena setiap tombol pemesanan bisa memakai tautan sendiri, Anda mendapat urutan produk berdasarkan minat nyata.
Bandingkan urutan minat ini dengan urutan penjualan aktual. Produk yang banyak dilihat tapi jarang dibeli punya masalah spesifik: harganya terasa terlalu tinggi, fotonya tidak meyakinkan, atau deskripsinya kurang menjawab keraguan.
Diagnosis ini tidak mungkin didapat dari katalog berbentuk gambar.
Merawatnya
Tetapkan satu hari dalam seminggu untuk memperbarui katalog — harga, stok, dan produk baru.
Katalog yang tidak mutakhir lebih merugikan daripada tidak ada katalog, karena menghasilkan pembeli yang datang dengan ekspektasi salah dan pergi dengan kecewa.
Menyebarkannya
Cetak alamat katalog di kemasan, struk, kartu ucapan, dan stiker. Pasang di bio semua platform. Sebutkan dalam balasan pertama setiap pertanyaan pembeli.
Karena alamatnya tetap, setiap penyebaran adalah investasi yang tidak pernah kedaluwarsa.